Kami sedang menyiapkan yang Anda perlukan

BeritaSeputar Dana
30 September 20267Pembaca
Bagikan :
“Bukannya sudah sering menabung, kok biaya sekolah masih terasa berat?”
Pertanyaan seperti ini mungkin pernah muncul ketika tahun ajaran baru semakin dekat.
Bukan hanya biaya masuk sekolah yang perlu disiapkan. Ada SPP bulanan, seragam, buku, alat tulis, transportasi, les tambahan, hingga kegiatan ekstrakurikuler yang juga perlu masuk dalam perhitungan. Komponen-komponen tersebut membuat kebutuhan biaya pendidikan anak bisa lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.
Masalahnya, banyak orang tua baru mulai menghitung kebutuhan tersebut ketika waktunya sudah dekat.
Padahal, biaya pendidikan anak sebenarnya bisa dipersiapkan secara bertahap.
Semakin awal mengetahui kebutuhan dan target biayanya, semakin banyak waktu yang dimiliki untuk menyiapkan dana pendidikan.
Lantas, bagaimana cara menyiapkan dana pendidikan anak agar tidak terasa berat ketika waktunya tiba?

Langkah pertama bukan langsung menabung, tetapi menentukan untuk apa dana tersebut akan digunakan.
Coba buat daftar jenjang pendidikan anak yang perlu dipersiapkan, misalnya:
TK/PAUD
SD
SMP
SMA
Perguruan tinggi
Setelah itu, cari tahu perkiraan biaya sekolah yang menjadi pilihan Anda.
Misalnya, jika anak akan masuk SD dua tahun lagi, mulai cari tahu:
Biaya masuk + SPP + seragam + buku + perlengkapan sekolah + kebutuhan lainnya.
Dengan begitu, Anda tidak hanya memiliki target berupa “ingin punya tabungan pendidikan”, tetapi mengetahui berapa dana yang perlu disiapkan dan kapan dana tersebut dibutuhkan.
Tips:
Buat target yang spesifik.
Don't: "Saya harus punya tabungan untuk sekolah anak.”
Do: “Saya perlu menyiapkan dana masuk SD sebesar 24 juta dalam dua tahun.”
Target yang lebih spesifik akan membuat perencanaan keuangan menjadi lebih mudah dilakukan.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah hanya menghitung uang pangkal atau biaya masuk sekolah.
Padahal, kebutuhan pendidikan anak dapat terus muncul selama satu tahun ajaran.
Coba buat daftar seperti berikut:
Kebutuhan | Perkiraan Biaya |
Uang masuk sekolah | Rp... |
SPP bulanan | Rp... |
Seragam | Rp... |
Buku dan alat tulis | Rp... |
Transportasi | Rp... |
Les tambahan | Rp... |
Ekstrakurikuler | Rp... |
Kebutuhan lainnya | Rp... |
Dengan membuat daftar tersebut, Anda bisa mendapatkan gambaran yang lebih realistis mengenai total biaya pendidikan anak dalam satu tahun.
Hal ini penting karena kebutuhan pendidikan memang tidak hanya berupa uang sekolah, tetapi juga perlengkapan dan kegiatan penunjang pendidikan.
Setelah mengetahui target biaya, langkah berikutnya adalah menentukan berapa dana yang perlu disisihkan setiap bulan.
Misalnya, Anda membutuhkan Rp24 juta dalam waktu 24 bulan.
Secara sederhana:
Rp24 juta ÷ 24 bulan = Rp1 juta per bulan.
Artinya, Anda memiliki target untuk menyisihkan sekitar Rp1 juta setiap bulan.
Namun, kondisi keuangan setiap keluarga tentu berbeda. Jika nominal tersebut terasa terlalu besar, Anda dapat mengevaluasi kembali target sekolah, jangka waktu persiapan, atau alokasi pengeluaran lainnya.
Yang terpenting adalah memulai dan konsisten menyisihkan dana sesuai kemampuan.
Tips agar lebih konsisten:
Pisahkan dana pendidikan dari rekening kebutuhan sehari-hari.
Sisihkan dana segera setelah menerima penghasilan.
Jangan menunggu uang tersisa di akhir bulan.
Evaluasi jumlah tabungan setiap beberapa bulan.
Dengan cara ini, persiapan dana pendidikan menjadi bagian dari rutinitas keuangan keluarga, bukan pengeluaran mendadak ketika tahun ajaran baru tiba.
Memilih sekolah bukan hanya soal sekolah mana yang paling bagus, tetapi juga sekolah yang sesuai dengan kebutuhan anak dan kemampuan finansial keluarga.
Sebelum menentukan pilihan, pertimbangkan beberapa hal seperti:
Kurikulum
Apakah metode pembelajarannya sesuai dengan kebutuhan anak?
Lokasi
Apakah jaraknya memungkinkan untuk transportasi sehari-hari?
Biaya
Berapa total biaya yang harus disiapkan, bukan hanya biaya masuk?
Fasilitas
Apakah fasilitas yang ditawarkan memang dibutuhkan?
Kegiatan tambahan
Apakah terdapat biaya ekstrakurikuler, les, atau kegiatan lain di luar biaya sekolah?
Dengan mempertimbangkan faktor tersebut sejak awal, Anda dapat menghindari kondisi ketika pilihan sekolah ternyata membutuhkan biaya jauh lebih besar dari kemampuan keuangan keluarga.
Sudah menyiapkan biaya masuk sekolah bukan berarti semua kebutuhan pendidikan selesai.
Ada saja pengeluaran tambahan yang bisa muncul, seperti:
Perlengkapan sekolah yang harus diganti
Les tambahan
Kegiatan sekolah
Ekstrakurikuler
Transportasi
Kebutuhan pendidikan lainnya
Karena itu, selain menyiapkan dana pendidikan utama, pertimbangkan juga dana cadangan untuk kebutuhan yang tidak masuk dalam perhitungan awal.
Dengan adanya dana cadangan, Anda tidak perlu langsung mengambil dana dari kebutuhan rumah tangga ketika ada pengeluaran pendidikan tambahan.
Perencanaan dana pendidikan memang sebaiknya dilakukan sejak dini. Namun, kondisi finansial keluarga dapat berubah.
Misalnya, biaya sekolah yang harus dibayarkan ternyata lebih besar dari perkiraan, atau ada kebutuhan pendidikan tambahan yang muncul di luar rencana.
Jika kondisi tersebut terjadi, jangan panik.
Pertama, hitung kembali berapa dana tunai yang sudah tersedia dan berapa kekurangannya.
Kemudian, prioritaskan kebutuhan pendidikan yang memang harus segera dibayarkan.
Jika setelah dihitung masih terdapat kekurangan, Anda dapat mempertimbangkan alternatif sumber dana tambahan yang sesuai dengan kemampuan finansial.
Sebelum mengajukan pembiayaan, untuk pembiayaan atas nama perorangan, siapkan dokumen berikut:
Pengajuan pembiayaan melalui ACC Danaku dapat dilakukan secara online maupun offline langsung di kantor cabang Astra Credit Companies (ACC) terdekat.
Khusus untuk pengajuan online, proses tatap muka fisik tetap dilakukan pada tahapan verifikasi kendaraan dan penandatanganan kontrak.
Berikut dua cara pengajuan pembiayaan secara online:
ACC Danaku merupakan produk pembiayaan dari entitas perusahaan Astra Credit Companies (ACC) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Produk ini memberikan pencairan dana tunai hingga Rp500 juta dengan jaminan BPKB mobil hingga Rp500 juta mengikuti hasil taksasi kendaraan, dan pencairan dana mulai dari 1 hari kerja setelah dokumen lengkap dan pengajuan disetujui.
Dana ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan keluarga, termasuk dana pendidikan anak.
Untuk mengetahui perkiraan besaran dana yang dapat dicairkan, gunakan halaman Simulasi Pembiayaan ACC Danaku dengan memasukkan data kendaraan yang dimiliki.
Perhitungan bersifat simulasi, hitungan dan nilai pencairan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan analisa kredit, kondisi dan jenis mobil yang dijaminkan.
Siapkan pendidikan impian dan masa depan anak bersama ACC Danaku. Ajukan ACC Danaku sekarang dan wujudkan rencana pendidikan anak Anda.
ACC ONE adalah website resmi milik Astra Credit Companies (ACC) yang dirancang untuk memberikan layanan digital kepada pelanggan ACC.
Melalui ACC ONE, pelanggan dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi dan fitur produk dan layanan pembiayaan secara mandiri.
Saat ini, ACC ONE hanya tersedia dalam bentuk website dan belum tersedia sebagai aplikasi mobile.
PT Astra Sedaya Finance, PT Astra Auto Finance, dan PT Swadharma Bhakti Sedaya Finance merupakan perusahaan pembiayaan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Keunggulan menggunakan pembiayaan dana tunai ACC Danaku antara lain:
Bunga mulai dari 0,65% flat per bulan, mengikuti hasil taksasi kendaraan dan juga analisis kredit.
Dana bisa cair dalam 1 hari kerja setelah dokumen lengkap dan pengajuan disetujui, jadi Anda bisa mendapatkan dana tunai dengan cepat.
Pencairan dana hingga 85% dari harga mobil yang dijaminkan, tentunya sesuai hasil analisis taksasi kendaraan.
Dana yang dicairkan bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti modal usaha, pernikahan, renovasi rumah, pendidikan, liburan, bahkan naik Haji dan investasi emas.
Cicilan pembiayaan di ACC danaku dapat dilakukan dengan tenor mulai dari 1 hingga 3 tahun.
#pembiayaan
#dana
#tunai
#pendidikan
Berita Lainnya
Lihat semuaBerita Lainnya
Lihat semua