Kami sedang menyiapkan yang Anda perlukan

Tips and TrickOtomotif
19 Oktober 202613Pembaca
Bagikan :
Daftar Isi Artikel
Mempunyai mobil pribadi pertama adalah pencapaian finansial impian Gen Z karena menawarkan kenyamanan dan fleksibilitas.
Kehadiran mobil tidak hanya memberikan kenyamanan saat bepergian, tetapi juga fleksibilitas tinggi dalam beraktivitas.
Namun, sebelum membeli, sangat penting membedakan antara kebutuhan fungsional dan sekadar gengsi agar keuangan tetap sehat.
Membeli mobil, baik baru maupun bekas memerlukan komitmen finansial jangka panjang. Oleh karena itu, membedakan antara aspek fungsionalitas dan gengsi menjadi langkah awal yang sangat krusial agar kondisi keuangan Anda tetap sehat.
Yuk, simak artikel ini untuk memahami kapan mobil bekas menjadi kebutuhan, cara menentukan prioritas pengeluaran, menghitung biaya kepemilikan, hingga opsi pembiayaan mobil bekas yang tepat bersama ACC!

Bagi sebagian Gen Z, memiliki mobil bekas bukan lagi tentang gaya hidup, melainkan beberapa dari mereka sudah menjadi kebutuhan yang menunjang produktivitas harian.
Beberapa kondisi mendasar yang menandakan bahwa mobil bekas sudah menjadi sebuah kebutuhan antara lain:
Bagi Gen Z yang memiliki tuntutan pekerjaan dengan mobilitas tinggi, seperti field worker, site manager, pebisnis muda yang harus rajin bertemu klien, atau pekerja yang lokasi kantornya jauh, mobil pribadi memberikan proteksi dan efisiensi waktu.
Kehadiran mobil ini menjadi hal pokok yang sulit tergantikan oleh moda transportasi lain.
Bagi Gen Z yang sudah menikah, berencana berkeluarga, atau memiliki tanggung jawab mengantar anggota keluarga, mobil menjadi sarana transportasi yang jauh lebih praktis dan aman, terutama saat situasi darurat atau perjalanan bersama.
Jika Anda tinggal atau beraktivitas di area yang belum terjangkau secara optimal oleh transportasi publik, memiliki mobil pribadi menjadi opsi yang masuk akal demi menjamin kelancaran aktivitas sehari-hari tanpa tergantung pada jam operasional transportasi umum.
Sebagai generasi yang hidup di era fleksibilitas finansial, Gen Z umumnya memiliki beragam pos pengeluaran bulanan, mulai dari dana investasi, kebutuhan gaya hidup hingga tabungan masa depan.
Membeli mobil bekas tidak boleh mengganggu keseimbangan pos-pos krusial tersebut.
Cobalah untuk menyusun daftar prioritas sebelum mengambil keputusan. Pastikan alokasi dana untuk cicilan atau pemeliharaan kendaraan tidak menggerus baik dana darurat maupun alokasi tabungan bulanan.
Jangan sampai keputusan membeli mobil justru memicu hambatan finansial (financial stress) di kemudian hari.
Kesalahan umum saat membeli mobil bekas adalah hanya fokus pada harga beli unit atau besaran uang muka (DP). Padahal, memiliki kendaraan juga mendatangkan Cost of Ownership (Biaya Kepemilikan) yang harus ditanggung secara berkala.
Sebelum membeli, pastikan Anda telah memperhitungkan komponen biaya berikut:
Uang Muka (DP) dan Angsuran Bulanan: Sesuaikan besaran cicilan agar tidak melebihi 30% dari total pendapatan bulanan Anda.
Bahan Bakar: Estimasi konsumsi BBM harian berdasarkan jarak tempuh rutinitas Anda.
Pajak Kendaraan (PKB): Hitung kewajiban pajak tahunan sesuai tipe dan kapasitas mesin mobil yang disasar.
Biaya Perawatan dan Servis Rutin: Cadangkan dana berkala untuk ganti oli, servis berkala, tune-up, hingga penggantian komponen haus pakai seperti ban dan rem.
Asuransi Kendaraan: Perlindungan finansial dari risiko kerusakan atau kehilangan.
Langkah berikutnya adalah memilih jenis kendaraan yang tepat. Sebagai Gen Z yang bijak, kesampingkan dulu tren atau model yang sekadar estetis jika tidak mendukung efisiensi harian Anda.
Beberapa tips dalam memilih unit mobil bekas, antara lain
Pilih Tipe yang Sesuai Fungsi. Jika dominan digunakan di area perkotaan yang padat, mobil tipe City Car atau Compact Hatchback yang irit bahan bakar dan lincah bisa jadi pilihan ideal. Jika butuh daya muat ekstra, pilih MPV yang efisien.
Cek Rekam Jejak Servis (Service Record). Prioritaskan unit yang memiliki riwayat perawatan berkala resmi untuk memastikan kondisi mesin terawat.
Inspeksi Bebas Banjir dan Tabrakan Besar. Pastikan struktur rangka mobil bebas dari bekas benturan keras dan bebas dari rendaman banjir. Jika ragu, manfaatkan jasa inspektor mobil independen.
Kami memiliki rekomendasi mobil yang sesuai dengan Anda
Jika keputusan membeli mobil bekas sudah matang dan terbukti mendukung produktivitas, Anda dapat mempertimbangkan opsi pembiayaan yang dapat dipercaya agar cashflow keuangan anda tetap terjaga.
Astra Credit Companies (ACC) hadir memberikan produk pembiayaan mobil bekas yang aman, fleksibel, dan transparan bagi Gen Z.
Melalui ACC, Anda dapat menyesuaikan besaran uang muka (down payment) serta tenor angsuran yang paling ramah bagi arus kas bulanan Anda.
ACC ONE adalah layanan digital resmi milik Astra Credit Companies (ACC) yang dirancang untuk memberikan layanan digital kepada pelanggan ACC.
Melalui ACC ONE, pelanggan dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi dan fitur produk dan layanan pembiayaan secara mandiri.
Saat ini, ACC ONE hanya tersedia dalam bentuk website dan belum tersedia sebagai aplikasi mobile. Customer dapat mengaksesnya melalui tautan resmi https://www.acc.co.id/homepage
Pengajuan pembiayaan mobil untuk customer atas nama perorangan adalah sebagai berikut :
1. Fotokopi KTP/KITAS dan Passport (untuk WNA)
2. Fotokopi KK
3. NPWP
4. Slip gaji atau keterangan penghasilan
5. Cover buku tabungan
6. Surat keterangan usaha (untuk wiraswasta)
Tenor maksimum pembiayaan mobil bekas di ACC biasanya bisa sampai dengan 5 tahun (60 bulan)
Pengajuan pembiayaan mobil bekas dapat diakses melalui website ACC ONE di link https://www.acc.co.id/product/mobil-bekas
Untuk pembiayaan mobil bekas serah-terima mobil akan dilakukan setelah customer menandatangani perjanjian pembiayaan.
#tips
#mobil
#mobilbekas
#mobilmurah
Berita Lainnya
Lihat semua