Kami sedang menyiapkan yang Anda perlukan

BeritaSeputar Dana
3 Maret 202649Pembaca
Bagikan :
Banyak bisnis yang sudah berjalan bertahun-tahun pun masih mengandalkan spreadsheet dan pengingat manual untuk melacak tagihan bulanan.
Padahal, satu tagihan yang terlewat bisa berujung pada denda, layanan yang tiba-tiba terputus, atau hubungan dengan vendor yang memburuk.
Di artikel ini, kami merangkum tips praktis agar pembayaran tagihan operasional dan subscription bisnis Anda selalu tepat waktu, dan lebih mudah dikontrol oleh seluruh tim.

Mengelola tagihan operasional dan subscription bisnis bukanlah hal yang sederhana, terutama ketika bisnis sudah berkembang dengan banyak vendor, cabang, atau layanan SaaS yang digunakan secara bersamaan.
Berikut beberapa kesulitan yang umum dihadapi:
Volume tagihan yang besar dan tersebar: Bisnis dengan banyak cabang atau departemen harus melacak puluhan hingga ratusan tagihan dari berbagai vendor sekaligus, mulai dari utilitas, software subscription, hingga layanan cloud.
Tanggal jatuh tempo yang berbeda-beda: Setiap tagihan memiliki siklus penagihan yang berbeda (mingguan, bulanan, tahunan) sehingga sulit untuk memantau semuanya tanpa sistem yang terorganisir.
Kurangnya visibilitas terpusat: Ketika pembayaran dikelola oleh beberapa orang atau departemen berbeda, tidak ada satu pun yang memiliki gambaran penuh atas seluruh pengeluaran subscription tim.
Proses manual yang rentan kesalahan: Mengandalkan spreadsheet atau pencatatan manual meningkatkan risiko human error, mulai dari salah input nominal hingga tagihan yang terlewat dicatat.
Sulitnya melacak subscription yang sudah tidak digunakan: Banyak bisnis tanpa sadar terus membayar layanan yang sudah tidak aktif digunakan karena tidak ada audit rutin.
Akibat dari tantangan-tantangan di atas, bisnis juga menghadapi berbagai risiko nyata, di antaranya:
Keterlambatan pembayaran yang berujung pada denda, penalti, atau pemutusan layanan yang mengganggu operasional.
Double payment atau pembayaran ganda kepada vendor yang sama akibat kurangnya koordinasi antar tim keuangan.
Relasi yang kurang baik dengan vendor karena pembayaran yang tidak konsisten dapat menurunkan kepercayaan dan menutup peluang negosiasi di masa depan.
Pembengkakan biaya operasional akibat subscription yang tidak dipantau dan terus diperbarui secara otomatis tanpa evaluasi.
Risiko keamanan data jika informasi kartu atau rekening digunakan secara berulang dan tidak terkontrol oleh banyak pihak.
Menghindari keterlambatan pembayaran bukan sekadar soal disiplin, tetapi ini juga tentang sistem yang tepat. Berikut tujuh tips praktis yang bisa langsung diterapkan:
Susun semua tagihan berdasarkan tanggal jatuh tempo dan nominalnya. Gunakan spreadsheet atau software keuangan agar tidak ada satu pun tagihan yang terlewat, dan review jadwal ini secara berkala setiap awal bulan.
Manfaatkan kalender digital, aplikasi to-do list, atau notifikasi dari software keuangan untuk mengingatkan tim sebelum tenggat pembayaran tiba. Pengingat otomatis sangat membantu pemilik bisnis yang mengelola banyak invoice sekaligus.
Aktifkan pembayaran otomatis untuk tagihan yang nominalnya tetap setiap bulan. Ini memastikan tagihan selalu terbayar tepat waktu meski tim sedang sibuk, sekaligus menjaga hubungan baik dengan penyedia layanan.
Jika bisnis memiliki banyak cabang atau vendor, gunakan fitur bulk payment yang memungkinkan pembayaran puluhan tagihan sekaligus dalam satu transaksi. Ini menghemat waktu dibanding mengakses platform satu per satu.
Sebelum melakukan pembayaran, pastikan nominal sudah sesuai dengan invoice untuk menghindari kesalahan yang mahal. Software manajemen AP dapat membantu memindai invoice dan mengeliminasi kesalahan input manual.
Lakukan pemantauan rutin untuk memastikan dana selalu tersedia saat tagihan jatuh tempo. Platform digital yang terintegrasi memungkinkan tim keuangan memantau setiap transaksi secara langsung, mempermudah rekonsiliasi dan pelaporan pajak.
Diskusikan kemungkinan perpanjangan tenggat atau diskon untuk pembayaran lebih awal. Fleksibilitas ini dapat meringankan tekanan arus kas, sementara penggunaan platform layanan digital yang lengkap, mulai dari listrik, internet, hingga BPJS dapat membuat pengelolaan semakin efisien dalam satu tempat.
Butuh dana tunai tambahan untuk operasional bisnis Anda? Ajukan pinjaman dana dari ACC ONE dengan mudah melalui Whatsapp.

Selain 7 cara di atas, Virtual Credit Card (VCC) hadir sebagai solusi yang paling memudahkan tim untuk menyederhanakan pengelolaan tagihan dan subscription. Berikut berbagai cara dan manfaat VCC dalam mengoptimalkan proses pembayaran:
Satu kartu per vendor atau subscription: VCC memungkinkan bisnis membuat nomor kartu unik untuk setiap vendor atau layanan. Dengan cara ini, setiap pengeluaran langsung terlacak berdasarkan sumbernya tanpa perlu rekonsiliasi manual yang rumit.
Batas pengeluaran yang dapat dikustomisasi: Tim keuangan dapat menetapkan limit pengeluaran spesifik untuk setiap VCC sehingga tidak ada subscription atau tagihan yang bisa melebihi anggaran yang telah disetujui.
Menghindari tagihan yang tidak diinginkan: Jika sebuah subscription ingin dihentikan, cukup nonaktifkan VCC yang terhubung tanpa harus menghubungi vendor atau khawatir ditagih kembali secara tidak sengaja.
Keamanan data yang lebih baik: Karena nomor VCC berbeda dari kartu utama perusahaan, risiko penyalahgunaan data finansial akibat kebocoran di sisi vendor menjadi jauh lebih minimal.
Mempermudah audit dan pelaporan: Setiap transaksi VCC tercatat secara otomatis dengan keterangan vendor dan kategori pengeluaran sehingga laporan keuangan bisa dibuat lebih cepat dan akurat tanpa perlu menelusuri struk atau email konfirmasi satu per satu.
Distribusi akses tanpa risiko: VCC dapat diberikan kepada anggota tim atau departemen tertentu untuk kebutuhan spesifik tanpa harus membagikan informasi kartu utama perusahaan, menjaga kontrol keuangan tetap di tangan manajemen.
Untuk mengelola tagihan operasional dan subscription bisnis secara lebih terstruktur, perusahaan dapat mempertimbangkan penggunaan corporate card seperti Mekari Limitless Card, yang tersedia dalam bentuk Virtual Credit Card (VCC) dan Physical Card.
Kartu ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembayaran tagihan operasional rutin, subscription software, digital ads, hingga pemisahan biaya vendor di proyek yang berbeda.
Dengan kartu terpisah per tim atau proyek, pencatatan pengeluaran menjadi lebih jelas dan mudah ditelusuri.
Beberapa kelebihan dari penggunaan VCC dari Mekari Limitless Card adalah
Hemat biaya sejak awal: VCC sudah termasuk dalam paket Mekari Expense tanpa annual fee, bunga, maupun denda keterlambatan.
Kontrol anggaran yang lebih terstruktur: Setiap kartu virtual dapat diatur dengan limit dan kategori transaksi tersendiri sehingga pengeluaran per tim, proyek, atau vendor lebih mudah dikontrol dan sesuai kebijakan perusahaan.
Pantau semua transaksi dalam satu dashboard: Seluruh aktivitas pengeluaran bisa dipantau secara real-time. Tim keuangan bisa langsung mendeteksi anomali dan membuat keputusan anggaran lebih cepat dan akurat.
Tagihan rutin lebih tertib dan otomatis: Pembayaran subscription dan layanan digital bisa dijadwalkan otomatis agar tidak terlewat, sekaligus memanfaatkan promo jaringan VISA untuk kebutuhan bisnis sehari-hari.
Terintegrasi langsung dengan sistem akuntansi: Koneksi dengan Mekari Jurnal memungkinkan rekonsiliasi otomatis sehingga pencatatan keuangan lebih rapi dan tim tidak perlu input data secara manual.
Secara umum, penggunaan VCC menjadi lebih relevan untuk perusahaan dengan banyak divisi atau proyek yang memiliki kebutuhan pembayaran rutin dan volume transaksi cukup tinggi.
Dengan sistem yang terpusat dan limit yang dapat diatur, perusahaan dapat menjaga transparansi sekaligus meminimalkan proses manual dalam pengelolaan pengeluaran.
Setelah memahami berbagai tips pembayaran tagihan operasional dan subscription, langkah selanjutnya adalah memastikan arus kas tetap stabil. Untuk itu, layanan ACC Danaku melalui ACC ONE bisa menjadi solusi yang praktis untuk kebutuhan tambahan dana bisnis Anda.
ACC Danaku menawarkan pinjaman dengan bunga ringan mulai 0,69% flat per bulan, tenor fleksibel, serta proses yang cepat dan terpercaya karena berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Cukup dengan menjaminkan BPKB mobil, dana bisa cair dalam 1 hari setelah dokumen lengkap dan disetujui. Mobil pun tetap bisa Anda gunakan seperti biasa.
Pengajuan ACC Danaku dapat dilakukan secara online maupun offline sehingga lebih mudah menyesuaikan kebutuhan.
Tersedia juga fitur simulasi kredit untuk membantu Anda memahami bunga, tenor, dan skema pinjaman sebelum mengajukan.
Yuk, kunjungi ACC ONE sekarang dan nikmati kemudahan mendapatkan tambahan dana untuk kebutuhan bisnis Anda.
#pinjaman
#kredit
Berita Lainnya
Lihat semua