DOKUMEN TATA KELOLA

Bagikan :

Perseroan meyakini bahwa penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance-GCG) merupakan kunci sukses perusahaan untuk tumbuh dan berkembang serta memberikan manfaat jangka panjang, sekaligus memenangkan persaingan bisnis. Kegagalan dalam penerapan GCG dapat menjadi salah satu penyebab utama kegagalan perusahaan untuk bertahan dalam persaingan bisnis, yang bila terjadi secara masif dapat menjebabkan terjadinya krisis ekonomi yang bersifat sistemik. Untuk itu, kebijakan dalam bentuk Pedoman Tata Kelola Perusahaan dan prosedur yang berlaku di perusahaan selalu menjadi dasar dan pedoman manajemen dalam mengarahkan dan menentukan strategi perusahaan serta pengembangan dan penerapan semua keputusan manajemen  pada setiap kegiatan operasional perusahaan.

Sebagai perusahaan bisnis yang besar, Perseroan menyadari perannya dalam industri pembiayaan untuk mematuhi prosedur Tata Kelola Perusahaan yang baik sehingga dapat memenuhi harapan dan tuntutan para stakeholder dalam mencapai tingkat keuntungan dan manfaat bisnis yang sebesar-besarnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai etika serta prinsip-prinsip perjanjian dan praktik usaha pembiayaan yang sehat.

Dalam kaitannya dengan itu, Perusahaan menyadari aspek-aspek penting Tata Kelola Perusahaan akan:

  • Adanya keseimbangan hubungan antara organ-organ perusahaan yaitu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, dan Direksi yang mencakup hal-hal yang berkaitan dengan tingkat kedudukan dan mekanisme operasional ketiga organ tersebut.
  • Adanya pemenuhan tanggung jawab Perusahaan sebagai entitas bisnis dalam masyarakat kepada seluruh stakeholder yang meliputi tanggung jawab pengelolaan perusahaan, pengawasan, serta pertanggungjawaban kepada para pemegam saham dan stakeholders lainnya.
  • Adanya hak-hak pemegang saham untuk mendapatkan informasi yang tepat dan benar mengenai Perusahaan pada waktu yang diperlukan serta hak berperan serta dalam pengambilan keputusan mengenai perkembangan strategis dan perubahan mendasar perusahaan serta dalam hal menikmati keuntungan yang diperoleh Perusahaan dalam pertumbuhannya.
  • Adanya perlakukan yang sama terhadap para pemegang saham, terutama seluruh pemegang saham melalui keterbukaan informasi yang material dan relevan.

Sebagai pelaku usaha dalam industri pembiayaan, Perusahaan terus berusaha untuk turut memajukan industri pembiayaan yang lebih kompetitif dan sehat dengan mendukung terciptanya Tata Kelola Perusahaan industri pembiayaan melalui usaha-usaha:

  • Menerapkan etika bisnis secara konsisten sehingga dapat terwujud iklim usaha yang sehat, efisien dan transparan;
  • Bersikap dan berperilaku yang memperlihatkan kepatuhan dunia usaha dalam melaksanakan peraturan perundang-undangan;
  • Meningkatkan kualitas struktur pengelolaan dan pola kerja Perusahaan yang didasarkan pada asas Tata Kelola Perusahaan secara berkesinambungan; dan
  • Melaksanakan fungsi pemantauan dan pengawasan untuk dapat menampung informasi tentang penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam Perusahaan.

Untuk itu, Perusahaan membuat Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang merupakan suatu proses dan struktur yang digunakan oleh Perusahaan untuk mendorong pengembangan usaha Perusahaan, pengelolaan sumber daya dan risiko secara efisien dan efektif, serta pertanggungjawaban seluruh organ Perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang meliputi :

  1. Keterbukaan (transparency), yaitu keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam pengungkapan dan penyediaan informasi yang relevan mengenai perusahaan, yang mudah diakses oleh Pemangku Kepentingan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang pembiayaan serta standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan usaha pembiayaan yang sehat;
  2. Akuntabilitas (accountability), yaitu kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban Organ Perusahaan sehingga kinerja perusahaan dapat berjalan secara transparan, wajar, efektif, dan efisien;
  3. Pertanggungjawaban (responsibility) yaitu kesesuaian pengelolaan Perusahaan dengan peraturan perundang-undangan di bidang pembiayaan dan nilai-nilai etika serta standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan usaha pembiayaan yang sehat;
  4. Kemandirian (independency), yaitu keadaan Perusahaan yang dikelola secara mandiri dan profesional serta bebas dari Benturan Kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang pembiayaan dan nilai-nilai etika serta standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan usaha pembiayaan yang sehat; dan
  5. Kesetaraan dan kewajaran (fairness), yaitu kesetaraan, keseimbangan, dan keadilan di dalam memenuhi hak-hak Pemangku Kepentingan yang timbul berdasarkan perjanjian, peraturan perundang-undangan, dan nilai-nilai etika serta standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan usaha pembiayaan yang sehat.

Pedoman Tata Kelola Perusahaan unduh disini.