Kami sedang menyiapkan yang Anda perlukan

BeritaSeputar Dana
19 Januari 202618Pembaca
Bagikan :
Dalam beberapa tahun terakhir, franchise makanan kekinian terus bermunculan dan cepat menarik perhatian pasar.
Selain punya berbagai opsi niche untuk dijajal, franchise makanan menawarkan jalan pintas bagi banyak pelaku usaha untuk masuk ke industri F&B tanpa membangun brand dari nol.
Namun di balik popularitasnya, bisnis franchise makanan bukan hanya soal tren dan rasa. Ada sistem operasional, alur pembayaran, dan pengelolaan keuangan yang harus berjalan rapi agar setiap gerai tetap konsisten dan menguntungkan.
Yuk, simak seluk-beluk bisnis franchise dan beberapa rekomendasinya berikut ini.

Taisi termasuk franchise makanan kekinian yang sudah lama viral di segmen pedas dan camilan “nendang”.
Brand resminya aktif dan terbuka soal skema kemitraan, bahkan sering menyebut skala outletnya yang besar.
Opsi ini cocok untuk area sekolah/kampus/perkantoran karena impulse buying tinggi dan repeat order kuat.
Tren seblak prasmanan lagi kencang, memberikan kebebasan pembeli suka memilih topping sendiri.
Seblak Express menonjol dengan positioning kemitraan yang komunikasinya agresif di kanal resminya dan “format usaha” yang dibuat simpel untuk ekspansi.
Ini tipe franchise makanan kekinian yang cocok untuk pemula karena demand seblak relatif stabil.
Kategori “menu kuah hangat” sering naik saat musim hujan dan GoKuah memposisikan diri sebagai kemitraan yang menargetkan modal relatif rendah untuk booth. Hanya saja, penjualan musiman bisa terasa (lebih kencang saat hujan/malam).
Anda perlu strategi penyeimbang, misalnya add-on frozen pack atau menu pendamping yang bisa dibawa pulang.
Ketertarikan dengan segala yang berbau Korea masih belum terlihat surut.
Wang Odeng menawarkan franchise dengan menu odeng, tteokbokki, dan saus pedas-manis gampang viral karena familiar dari K-content.
Grobbak Korea menawarkan format jajanan Korea “paket lengkap” (bukan cuma satu menu). Ini menarik untuk franchise makanan kekinian karena Anda punya variasi penjualan. Misalnya, pembeli bisa datang untuk corndog tapi tambah topokki/odeng.
Namun, menu banyak berarti kompleksitas naik (stok, prep, waktu saji). Jika tim belum rapi, antrean bisa panjang dan rating delivery menurun.
Dimsum mentai termasuk tren yang lama “hidup” di TikTok/IG karena tampilannya menggoda dan cocok untuk sharing.
The Dimsum In di kanal resminya menampilkan jaringan yang masif, sehingga bisa jadi opsi bagi Anda yang mengejar brand awareness kuat.
Alternatif lain di kategori yang sama, The Real Dimsum juga mempromosikan kemitraan lewat kanal resmi. Tantangannya, pasar dimsum makin ramai. Tanpa keunggulan lokasi dan promosi lokal (bundle keluarga, paket arisan, lunch box), Anda bisa kalah saing.
Croffle (croissant waffle) masih relevan sebagai dessert “kekinian”, terutama jika Anda bermain di topping dan bundling.
MR CROFFLE memposisikan diri sebagai franchise/kemitraan di akun resminya dan tampak aktif membangun cabang.
Namun, perlu hati-hati karena produk dessert rentan dianggap “musiman” di beberapa area.
Anda perlu mengunci repeat order lewat varian yang lebih “daily” (misalnya savory) dan pairing menu yang jelas.
Waffle adalah produk yang cepat dibuat, aromanya menarik, dan mudah jadi pembelian impulsif. Opsi franchise kekinian ini ideal untuk booth di mal kecil, stasiun, atau area sekolah dengan arus lalu lintas yang tinggi dan mobilitas cepat.
Roti gembong versi modern tetap punya market karena dekat dengan selera lokal dan cocok untuk oleh-oleh.
Yang membuat franchise ini menantang adalah karena produk roti bergantung pada freshness.
Jika manajemen stok dan jam produksi tidak presisi, waste bisa tinggi (roti sisa) dan margin tergerus
Di tahap awal, banyak mitra fokus pada penjualan. Namun saat jumlah outlet bertambah, tantangan berikut mulai terasa:
Pengelolaan invoice antar pihak: Franchise fee, royalty, hingga suplai bahan baku sering kali ditagihkan terpisah.
Rekonsiliasi manual: Data invoice dan pembayaran tersebar, menyulitkan kontrol keuangan pusat.
Tanpa sistem yang rapi, skala justru menjadi sumber masalah baru.
Bisnis franchise yang sehat biasanya memandang invoicing dan payment sebagai bagian dari sistem, bukan sekadar administrasi. Tujuannya bukan hanya menagih dan menerima pembayaran, tetapi memastikan:
Arus kas dapat dipantau lintas outlet
Proses pembayaran tidak menghambat operasional harian
Pendekatan ini membantu pemilik brand dan mitra berbicara dengan data, bukan asumsi.
Salah satu solusinya adalah menggunakan Paper untuk membantu bisnis franchise mengelola invoicing dan pembayaran dalam satu alur yang lebih rapi.
Sehingga tagihan franchise fee, suplai bahan baku, hingga pembayaran antar entitas dapat dikelola secara terpusat.
Setelah melihat 10 ide franchise makanan kekinian, jika Anda tertarik untuk memulai bisnis franchise Anda sendiri tetapi masih terhalang oleh budget yang tipis, tidak perlu khawatir.
Karena dengan ACC Danaku dari ACC ONE, Anda dapat mendapatkan pinjaman dana tunai untuk memulai usaha Anda sendiri dengan limit yang besar dan proses yang cepat juga.
Selain itu, Anda dapat mengajukan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak seperti renovasi rumah, biaya perawatan, biaya pendidikan, dan lain-lain.
ACC Danaku menyediakan pilihan tenor fleksibel dan suku bunga ringan mulai dari 8,35% per tahun, pengajuan pinjaman menjadi lebih terjangkau dan nyaman.
Dengan ACC ONE Anda juga dapat melakukan simulasi kredit untuk melihat estimasi dari cicilan yang harus Anda bayarkan per bulannya.
Transaksi bersama ACC ONE aman dan terpercaya karena sudah diawasi langsung oleh OJK.
Ayo, kunjungi ACC ONE sekarang juga dan nikmati pilihan terbaik untuk mendapatkan pinjaman modal usaha franchise yang cepat dan aman sesuai kebutuhan Anda!
#usaha
#modal
#kecil
#franchise
Berita Lainnya
Lihat semua